Fokus Alat Kesehatan (Alkes) di Indonesia Tahun 2026
Fokus utama di Indonesia didorong oleh Peta Jalan Pengembangan Industri Alat Kesehatan Nasional dan upaya Transformasi Sistem Kesehatan oleh Kementerian Kesehatan.
1. Mandatori Sertifikasi Halal
Salah satu kebijakan penting yang mulai berlaku secara bertahap pada tahun 2026 adalah kewajiban Sertifikasi Halal untuk Alat Kesehatan (Alkes), khususnya:
- Alkes non-invasif yang bersentuhan langsung dengan kulit terluka.
- Alkes yang memiliki potensi titik kritis kehalalan (misalnya, penggunaan bahan baku dari hewani).
- Regulasi ini menuntut produsen dan distributor untuk memastikan rantai pasok dan bahan baku Alkes memenuhi standar kehalalan yang ditetapkan oleh BPJPH.
2. Peningkatan Produksi Dalam Negeri (P3DN)
Pemerintah terus mendorong kemandirian industri kesehatan. Diperkirakan pada tahun 2026:
- Target Pasar: Proyeksi nilai industri farmasi dan alat kesehatan di Indonesia bisa mencapai Rp 101 triliun atau sekitar USD 6,5 miliar.
- Insentif dan Kemitraan: Akan ada dorongan lebih lanjut untuk implementasi insentif pajak dan upaya mendorong perusahaan multinasional berkolaborasi dengan produsen lokal.
- Peningkatan Kualitas: Fokus pada peningkatan manajemen kualitas produsen lokal agar setara dengan standar produsen multinasional.
3. Konsolidasi Pengadaan
Beberapa daerah (seperti contoh di Kalimantan Timur) sedang menyusun mekanisme holding atau konsolidasi pengadaan obat, Alkes, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) untuk tahun 2026. Tujuannya adalah memperkuat sinkronisasi kebutuhan dan ketersediaan logistik kesehatan di daerah.
4. Pemenuhan Alkes untuk Transformasi Layanan Primer
Kementerian Kesehatan terus berupaya memenuhi kebutuhan Alkes hingga tahun 2027 guna mendukung program Transformasi Layanan Primer, termasuk program skrining kesehatan untuk intervensi dini.
๐ Tren Global dan Teknologi yang Diproyeksikan Hingga 2026
Secara global, tren industri Alkes akan didominasi oleh teknologi digital dan layanan personal:
1. Teknologi Robotik dan Kecerdasan Buatan (AI)
- AI dalam Diagnostik: Penggunaan AI semakin meluas untuk analisis gambar medis (radiologi, patologi) demi diagnosis yang lebih cepat dan akurat.
- Bedah Robotik: Peningkatan adopsi sistem bedah robotik yang memungkinkan prosedur invasif minimal dengan presisi tinggi.
2. Personalized Wellness dan Functional Nutrition
Meskipun lebih ke arah kesehatan secara umum, tren ini akan memengaruhi jenis alat diagnostik dan pemantauan.
- Perangkat Wearable Canggih: Alkes yang terintegrasi dengan gaya hidup, seperti perangkat wearable yang memberikan data biometrik mendalam dan personal.
- Diagnostik Prediktif: Peningkatan penggunaan alat diagnostik genetik dan biometrik untuk rekomendasi kesehatan yang sangat personal.
3. Telemedicine dan Remote Patient Monitoring (RPM)
- Integrasi Penuh: Layanan telemedicine akan semakin terintegrasi dengan perangkat Alkes rumah sakit dan rumah pasien, memungkinkan dokter memantau kondisi pasien kronis secara real-time dari jarak jauh.
4. In Vitro Diagnostics (IVD)
Pasar IVD, termasuk alat tes cepat dan diagnostik molekuler, diperkirakan akan terus tumbuh seiring dengan peningkatan fokus pada skrining dan pencegahan penyakit.
Kesimpulan untuk Pelaku Industri:
Tahun 2026 akan menjadi periode yang menantang namun penuh peluang, terutama bagi produsen Alkes dalam negeri yang mampu memenuhi standar kualitas dan persyaratan halal, serta beradaptasi dengan tren teknologi digital dan fokus pada layanan kesehatan primer.









