Pages Navigation Menu

Aqsha Medika Group adalah Pusat Grosir Agen Toko Produsen Importir sekaligus Distributor Penyalur Alat Kesehatan - Alat Medis- Furniture Rumah Sakit & Kantor - Alat Peraga Kesehatan dan Pendidikan - Produk DAK BKKBN - Peralatan dan Reagensia Laboratorium - Film Rontgen dan Alat Rontgen Radiologi - Peralatan Kebutuhan Apotek Farmasi Rumah Sakit - Puskesmas dan Klinik. Hubungi Kami : Kontak Person : Tn. Fadel Aqsha Ramadhan, HP (WhatsApp) : 082254825710 - 081382750006, Email : aqshamedika@gmail.com

Scrub Station 2 Person RSUD Fatmawati Jakarta

Posted by on Dec 30, 2018 in Aqsha Medika Group, Artikel, Furniture Rumah Sakit, Scrub Station RS Fatmawati | 0 comments

CV. Aqsha Medika Group berhasil dipercaya oleh pihak RSUD Fatmawati untuk melengkapi fasilitas peralatan ruang operasi instalasi kamar bedahnya dengan membeli mesin scrub station 2 person otomatis yaitu alat cuci tangan steril dokter bedah dan petugas medis pelaksana operasi untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat dari perusahaan kami.

Alat scrub station 2 person otomatis produksi CV. Aqsha Medika Group adalah produk mesin cuci tangan steril ruang operasi yang sudah memiliki standar yang sudah sesuai dengan peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia dan sudah lolos uji laboratorium kesehatan lingkungan.

Produk Scrub Station merek Aqsha Medika ini sudah banyak digunakan di beberapa Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta di Jakarta dan bahkan produk kami ini sudah banyak juga digunakan di beberapa daerah. Adapun daftar populasi produk mesin scrub station mulai dari 1 person manual, 1 person otomatis, 1 person manual otomatis,  2 person manual, 2 person otomatis, 2 person manual otomatis, 3 person manual, 3 person otomatis, 3 person manual otomatis, 4 person manual, 4 person otomatis, 4 person manual otomatis, sampai 5 person manual, 5 person otomatis, 5 person manual otomatis adalah sebagai berikut :

  • Rumah Sakit Marinir Cilandak ( Scrub Station 5 Person Automatic )
  • Rumah Sakit Bedah Halimun Jakarta Selatan ( Scrub Station 2 Person Automatic )
  • Rumah Sakit YARSI Cempaka Putih ( Scrub Station 2 Person Automatic )
  • RSUD Cibabat Cimahi ( Scrub Station 2 person Manual & Automatic )
  • Rumah Sakit Rembang Jawa Timur ( Scrub Station 2 Person Automatic )
  • Rumah Sakit Atma Jaya ( Scrub Station 2 Person Automatic )
  • Rumah Sakit Mojokerto Jawa Tengah ( Scrub Station 1 Person & Scrub Station 2 Person )
  • PT. Arya Jaya Karya Kalimantan Selatan ( Scrub Station 2 Person )
  • Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung ( Scrub Station 2 Person Automatic )
  • Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo RSCM Jakarta (Scrub Station 2 Person Automatic )
  • RSUD Makassar ( Scrub Station 2 Person Manual Pedal Dengkul )
  • Dst….

Kami juga dapat mengerjakan pesanan alat scrub station sesuai permintaan dan selain itu kami juga menjual produk-produk lainnya seperti Pass Box, Pintu Hermetik, Air Shower, Hepa-Filter untuk Ruang Operasi Instalasi Kamar Bedah Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik Bedah yang terbuat dari bahan stainless steel 304 dan stainless 201 berkualitas dengan balutan teknologi mutakhir serta bergaransi resmi.

Untuk informasi harga jual, brosur dan spesifikasi produk-produk Scrub Station, Pass Box, Hepa-Filter, Air-Shower dan Pintu Hermatik Ruang Operasi Instalasi Kamar Bedah Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik Bedah silahkan menghubungi :

CV. AQSHA MEDIKA GROUPS

Alamat :

Gedung Hotel Boegis (Lantai Dasar)

Jl. Kramat IV No.02, Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen

Jakarta Pusat (10420)

Kontak Person : M. Fadel Aqsha R,

Mobile (WhatsApp) : 082254825710 – 081382750006

Email : aqshamedika@gmail.com

Twitter : https://twitter.com/AqshaMedika

Website :

www.aqshamedika.com

Read More

Berita Tentang Flakka dan PCC | Pengguna Narkoba Semakin Memprihatinkan Di Negara Kita

Posted by on Sep 29, 2017 in Flakka dan PCC Narkotika Jenis Baru, Reagensia dan Rapid Test, Tes Narkoba | 0 comments

Berita pengguna narkoba dan zat adiktif semakin memprihatinkan dinegara ini, Indonesia menjadi ladang yang subur dan strategis bagi para sindikat pengedar barang terlarang tersebut. Baru-baru ini tersebar berita seorang anak jalanan yang diberikan pil dari sebuah mobil warna merah yang berhenti di prapatan lampu merah dan setelah anak tersebut meminumnya, anak tersebut mulai berlaku aneh akibat dari pengaruh obat yang diberikan.

Kejadian ini menjadi perhatian masyarakat dan kemudian anak tersebut ditangani, setelah mulai sedikit sadar anak tersebut di interogasi dan ternyata didapat bahwa obat yang dikonsumsi tersebut adalah sejenis obat untuk para penderita jantung dan rematik untuk orang dewasa yang disebut dengan nama PCC.

Obat tersebut menurut informasi yang diketahui hanya untuk dipergunakan bagi penderita sakit jantung dan rematik namun apabila obat tersebut dipergunakan dalam dosis yang melebihi akan berakibat pada efek yang tidak wajar, apalagi dikonsumsi oleh anak-anak dibawah umur dan remaja.

Di saat sekarang ini banyak sekali prilaku orang yang nekad yang mencari sesuatu hal yang berbahaya bagi orang lain untuk mengeruk keuntungan pribadi tanpa berfikir akan akibat yang disebabkan yang akan merugikan orang banyak. Mulai dari minuman oplosan yang banyak merenggut nyawa, sampai pada penyalah gunaan obat-obatan dengan berbagai cara diracik dan diramu untuk menjadi obat-obatan terlarang untuk dijual dan dikonsumsi.

Informasi yang lebih parah lagi adalah adanya narkoba jenis baru yang dinamakan Flakka yang diperkirakan jauh lebih berbahaya dibandingkan narkoba yang ada dan sudah beredar saat ini yang penggunanya berlaku seperti zombie (mayat hidup) juga mulai mengancam keselamatan generasi-generasi bangsa ini apabila sampai masuk ke Indonesia.

Dari pihak Dinas Kesehatan sendiri saat ini sudah mengeluarkan edaran PERMENKES tentang tata cara penyimpanan obat-obatan jenis narkotika dan psikotropika di apotek farmasi Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik untuk menyediakan lemari khusus obat-obatan jenis narkotika dan psikotropika agar Apotek dan Farmasi tidak sembarangan dalam mengeluarkan obat-obatan dan harus dalam pengawasan yang benar agar tidak terjadi penyalahgunaan obat-obatan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang ingin mengeruk keuntungan diatas penderitaan orang lain.

Pengawasan yang ketat dan hukum yang berat tidak membuat para bandar dan pengedar narkoba ini jera, mereka tetap datang sendiri ataupun melalui kurirnya untuk memasarkan barang haram tersebut dan meracuni generasi-generasi bangsa ini dari berbagai kalangan masyarakat yang sebagian besar belum memahami akan dampak bahaya dari mengkonsumsi barang haram tersebut yang dapat mengakibatkan meningkatnya tingkat kejahatan, meningkatnya penyakit menular dan berbahaya serta merusak perekonomian keluarga dan yang paling parahnya adalah berujung pada kematian.

Peran aparatur negara sepertinya masih kurang maksimal dan dukungan masyarakat masih belum bisa membantu mempermudah pemerintah kita untuk melawan kejahatan yang dapat mengakibatkan rusaknya mental-mental bangsa kita.

Hal ini terlihat dari berita-berita dimana kalangan-kalangan yang sering menjadi incaran para penjahat kriminal obat-obatan terlarang tersebut yang banyak didominasi dari kalangan artis, pejabat negara, mahasiswa, sampai pada anak-anak dibawah umur.

Kejahatan narkoba ini sudah tidak pandang bulu, bentuk dari lemahnya persatuan dan kesatuan serta masih lemahnya sistim pertahanan dan keamanan negara kita yang meliputi pengembangan ilmu dan teknologi dalam mengantisipasi berbagai ancaman keamanan negara.

Banyak anak-anak negeri ini yang pintar yang dapat membantu peningkatan nilai-nilai pertahanan negara kita, namun tingkat penghargaan negara kita masih sangatlah kurang dan pemerintah tidak jeli akan potensi-potensi putra-putri bangsa yang sanggup mengembangkan tingkat pertahanan negara ini namun tidak mendapatkan dukungan dan penghargaan yang sesuai, yang pada akhirnya mereka malah banyak yang berprestasi di luar negeri dan bahkan bekerja diluar negeri membantu negara-negara lain untuk mengembangkan tingkat pertahanan negara tersebut ketimbang di negeri sendiri karena merasa tidak dihargai.

Setidaknya untuk menjadi bahan pertimbangan bahwa kekuatan keamanan negara ini tergantung bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi yang bisa didapat dari putra-putri bangsa kita sendiri.

Kerjasama antara pihak BNN, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas KomInfo, Dinas Kesehatan sampai pada Penegak Hukum mulai dari Jaksa, Hakim, Pengacara dan Petugas Lapas adalah sangat dibutuhkan untuk dapat saling berkolaborasi dan bekerjasama agar supaya kejahatan Narkoba dapat diberantas dan generasi bangsa dapat terselamatkan.

Mari kita semua bersatu, dari semua kalangan bahu-membahu melawan kejahatan narkoba “Katakan TIDAK pada NARKOBA“. Selamatkan Generasi-Generasi Bangsa “SAY NO TO DRUGS“. MERDEKA

Artikel : by. M. Fadel Aqsha Ramadhan

Read More
The Hand-Bon