Pages Navigation Menu

Aqsha Medika Group adalah Produsen sekaligus Distributor Penyalur Alat Kesehatan - Alat Medis- Furniture Rumah Sakit & Kantor - Alat Peraga Kesehatan dan Pendidikan - Produk DAK BKKBN - Peralatan dan Reagensia Laboratorium - Film Rontgen dan Alat Rontgen Radiologi - Peralatan Kebutuhan Apotek Farmasi Rumah Sakit - Puskesmas dan Klinik. Hubungi Kami : Kontak Person : Tn. Fadel Aqsha Ramadhan, HP (WhatsApp) : 082254825710 - 082253087262, Email : aqshamedika@gmail.com

Berita Tentang Lemari Narkotika Psikotropika Apotek dan Farmasi

Berita berdasarkan PERMENKES (Peraturan Menteri Kesehatan) Republik Indonesia No. 3 Tahun 2015 Tentang Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi, menetapkan bahwa untuk Apotek dan Farmasi sebagai penyedia obat-obatan untuk kebutuhan Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas , Pelayanan Kesehatan Masyarakat lainnya maupun untuk umum, mewajibkan seluruh Apotik dan Farmasi menyediakan Lemari Khusus Obat Narkotik/ Psikotropik yang memiliki pelindung pengamanan khusus yang hanya bisa dikeluarkan atas seizin Dokter Penanggung Jawab Apotik dan Farmasi atau Assisten Apoteker yang memiliki wewenang khusus yang sering disebut ” LEMARI NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA “.

Lemari Obat Khusus Narkotika dan Psikotropika ini harus terbuat dari bahan yang kuat seperti plat baja atau stainless steel agar tidak mudah dibongkar atau dicuri dengan dilengkapi dengan kunci pengaman yang hanya boleh dipegang oleh orang-orang yang bertanggungjawab atas penggunaan obat-obatan narkotik/ psikotropik tersebut. Dengan alasan supaya tidak adanya penyalahgunaan obat-obatan yang mengandung bahan-bahan narkotika dan psikotropika diluar keperluan pengobatan medis.

Informasi Pengelolaan Narkotika dan Psikotropika di Apotek Farmasi Rumah Sakit

Pengelolaan dan pengendalian Narkotika dan Psikotropika, pemesanan, penerimaan, penyimpanan, pelayanan, pelaporan, dan pemusnahan narkotika dan psikotropika.

1. Pengelolaan Narkotika
Pengelolaan narkotika diatur secara khusus untuk menghindari terjadinya kemungkinan penyalahgunaan obat tersebut. Pelaksanaan pengelolaan narkotika di Apotek meliputi :

A. Pemesanan Narkotika
Pemesanan sediaan narkotika menggunakan Surat Pesanan Narkotik yang ditanda-tangani oleh Apoteker Pengelola Apotek (APA). Pemesanan dilakukan ke PT. Kimia Farma Trade and Distribution (satu satunya PBF narkotika yang legal di indonesia) dengan membuat surat pesanan khusus narkotika rangkap empat. Satu lembar Surat Pesanan Asli dan dua lembar salinan Surat Pesanan diserahkan kepada Pedagang Besar Farmasi yang bersangkutan sedangkan satu lembar salinan Surat Pesanan sebagai arsip di apotek, satu surat pesanan hanya boleh memuat pemesanan satu jenis obat (item) narkotik misal pemesanan pethidin satu surat pesanan dan pemesanan kode*in satu surat pesanan juga, begitu juga untuk item narkotika lainnya.

B. Penerimaan Narkotika
Penerimaan Narkotika dari PBF harus diterima oleh APA atau dilakukan dengan sepengetahuan APA. Apoteker akan menandatangani faktur tersebut setelah sebelumnya dilakukan pencocokan dengan surat pesanan. Pada saat diterima dilakukan pemeriksaan yang meliputi jenis dan jumlah narkotika yang dipesan.

C. Penyimpanan Narkotika
Obat-obat yang termasuk golongan narkotika di Apotek disimpan pada lemari khusus yang terbuat dari kayu (atau bahan lain yang kokoh dan kuat) yang ditempel pada dinding, memiliki 2 kunci yang berbeda, terdiri dari 2 pintu, satu untuk pemakaian sehari hari seperti kode*in, dan satu lagi berisi pet*hidin, mor*fin dan garam garamannya. Lemari tersebut terletak di tempat yang tidak diketahui oleh umum, tetapi dapat diawasi langsung oleh Asisten Apoteker yang bertugas dan penanggung jawab narkotika.

D. Pelayanan Narkotika
Apotek hanya boleh melayani resep narkotika dari resep asli atau salinan resep yang dibuat oleh Apotek itu sendiri yang belum diambil sama sekali atau baru diambil sebagian. Apotek tidak melayani pembelian obat narkotika tanpa resep atau pengulangan resep yang ditulis oleh apotek lain. Resep narkotika yang masuk dipisahkan dari resep lainnya dan diberi garis merah di bawah obat narkotik.

E. Pelaporan Narkotika
Pelaporan penggunaan narkotika dilakukan setiap bulan. Laporan penggunaan obat narkotika di lakukan melalui online SIPNAP (Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika). Asisten apoteker setiap bulannya menginput data penggunaan narkotika dan psikotropika melalui SIPNAP lalu setelah data telah terinput data tersebut di import (paling lama sebelum tanggal 10 pada bulan berikutnya). Laporan meliputi laporan pemakaian narkotika untuk bulan bersangkutan (meliputi nomor urut, nama bahan/sediaan, satuan, persediaan awal bulan), pasword dan username didapatkan setelah melakukan registrasi pada dinkes setempat.
(sipnap.binfar.depkes.go.id)

F. Pemusnahan Narkotika
Prosedur pemusnahan narkotika dilakukan sebagai berikut :

1) APA membuat dan menandatangani surat permohonan pemusnahan narkotika yang berisi jenis dan jumlah narkotika yang rusak atau tidak memenuhi syarat.

2) Surat permohonan yang telah ditandatangani oleh APA dikirimkan ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan akan menetapkan waktu dan tempat pemusnahan.

3) Kemudian dibentuk panitia pemusnahan yang terdiri dari APA, Asisten Apoteker, Petugas Balai POM, dan Kepala Suku Dinas Kesehatan Kabutapten/Kota setempat.

4) Bila pemusnahan narkotika telah dilaksanakan, dibuat Berita Acara Pemusnahan yang berisi :
a) Hari, tanggal, bulan, tahun dan tempat dilakukannya pemusnahan
b) Nama, jenis dan jumlah narkotika yang dimusnahkan
c) Cara pemusnahan
d) Petugas yang melakukan pemusnahan
e) Nama dan tanda tangan Apoteker Pengelola Apotek

Berita acara tersebut dibuat dengan tembusan :
a) Kepala Suku Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
b) Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta.
c) Arsip apotek.

2. Pengelolaan Psikotropika
Selain pengelolaan narkotika, pengelolaan psikotropika juga diatur secara khusus mulai dari pengadaan sampai pemusnahan untuk menghindari terjadinya kemungkinan penyalahgunaan obat tersebut. Pelaksanaan pengelolaan psikotropika di Apotek meliputi:

A. Pemesanan Psikotropika
Pemesanan psikotropika dengan surat pemesanan rangkap 2, diperbolehkan lebih dari 1 item obat dalam satu surat pesanan, boleh memesan ke berbagai PBF.

B. Penerimaan Psikotropika
Penerimaan Psikotropika dari PBF harus diterima oleh APA atau dilakukan dengan sepengetahuan APA. Apoteker akan menandatangani faktur tersebut setelah sebelumnya dilakukan pencocokan dengan surat pesanan. Pada saat diterima dilakukan pemeriksaan yang meliputi jenis dan jumlah Psikotropika yang dipesan.

C. Penyimpanan Psikotropika
Penyimpanan obat psikotropika diletakkan di lemari yang terbuat dari kayu (atau bahan lain yang kokoh dan kuat). Lemari tersebut mempunyai kunci (tidak harus terkunci) yang dipegang oleh Asisten Apoteker sebagai penanggung jawab yang diberi kuasa oleh APA.

D. Pelayanan Psikotropika
Apotek hanya melayani resep psikotropika dari resep asli atau salinan resep yang dibuat sendiri oleh Apotek yang obatnya belum diambil sama sekali atau baru diambil sebagian. Apotek tidak melayani pembelian obat psikotropika tanpa resep atau pengulangan resep yang ditulis oleh apotek lain.

E. Pelaporan Psikotropika
Laporan penggunaan psikotropika dilakukan setiap bulannya melalui SIPNAP (Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika). Asisten apoteker setiap bulannya menginput data penggunaan psikotropika melalui SIPNAP lalu setelah data telah terinput data tersebut di import. Laporan meliputi laporan pemakaian narkotika untuk bulan bersangkutan (meliputi nomor urut, nama bahan/sediaan, satuan, persediaan awal bulan). pasword dan username didapatkan setelah melakukan registrasi pada dinkes setempat.
(sipnap.binfar.depkes.go.id)

F. Pemusnahan Psikotropik
Tata cara pemusnahan psikotropika sama dengan tata cara pemusnahan narkotika.

PT. Aqsha Medika Groups adalah perusahaan penyalur alat kesehatan medis dan furniture rumah sakit yang memproduksi dan menjual Lemari Obat Narkotik dan Psikotropik, untuk pemesanan barang, brosur dan daftar harga jual serta spesifikasi lemari obat narkotik psikotropik dan perkursor serta produk-produk furniture rumah sakit lainnya baik untuk kebutuhan swasta maupun pengadaan tender. Adapun katalog produk Lemari Narkotika dan Psikotropika yang kami jual adalah sebagai berikut :

01. Lemari Narkotika Psikotropika Kecil
Type : AMG-001-NKP
Spesifikasi :
– Ukuran 20 x 20 x 40 cm
– 2 pintu dengan 2 kunci pengaman
– 2 pegangan handle gantungan belakang
– Bahan plat baja
– Cat powder coating

02. Lemari Narkotika Psikotropika Kecil
Type : AMG-001-NKS
Spesifikasi :
– Ukuran 20 x 20 x 40 cm
– 2 pintu dengan 2 kunci pengaman
– 2 pegangan handle gantungan belakang
– Bahan stainless steel
– Finishing Poles

03. Lemari Narkotika Psikotropika Sedang
Type : AMG-001-NSP
Spesifikasi :
– Ukuran 40 x 40 x 60 cm
– 2 pintu dengan 2 kunci pengaman
– 2 pegangan handle gantungan belakang
– Bahan plat baja
– Cat powder coating

04. Lemari Narkotika Psikotropika Sedang
Type : AMG-002-NSS
Spesifikasi :
– Ukuran 40 x 40 x 60 cm
– 2 pintu dengan 2 kunci pengaman
– 2 pegangan handle gantungan belakang
– Bahan stainless steel
– Finishing poles

05. Lemari Narkotika Psikotropika Besar
Type : AMG-001-NBP
Spesifikasi :- Ukuran 60 x 80 x 120 cm
– 4 pintu dengan 2 kunci pengaman
– Bahan plat baja
– Cat powder coating

06. Lemari Narkotika Psikotropika Besar
Type : AMG-002-NBS
Spesifikasi :
– Ukuran 60 x 80 x 120 cm
– 4 pintu dengan 2 kunci pengaman
– Bahan stainless steel
– Finishing poles

Keterangan :
Untuk ukuran, bahan dan bentuk juga dapat kami sesuaikan dengan permintaan Anda/ Customize.

Untuk Pemesanan, Berita atau Informasi Daftar Harga Jual, Brosur dan Gambar berikut Spesifikasi ukuran produk-produk Lemari Narkotika dan Psikotropika terbaru murah dan terjangkau dapat menghubungi :

Nama: Tn. Fadel Aqsha [Pemasaran]
Nomer HP (WhatsApp) : 082254825710 / 082253087262
E-mail:
aqshamedika@gmail.com

Situs Web:
http://www.aqshamedika.com/
https://www.aqshamedika.wordpress.com/

https://aqshamedika.blogspot.com/
Jakarta – Indonesia
Twitter :

https://witter.com/AqshaMedika

 

The Hand-Bon